Tahun Baru, Satu Padepokan Baru Muncul di Kota Malang

akurat logo
Islahuddin
Senin, 01 Januari 2018 06:22 WIB
Share
 
Tahun Baru, Satu Padepokan Baru Muncul di Kota Malang
Padepokan Budaya di Kota Malang. ISTIMEWA

AKURAT.CO, Penghujung Tahun 2017 di Kota Malang dimeriahkan dengan nberbagai pertunjukan, panggung hiburan serta pagelaran seni tradisi dan kontemporer.

Kemeriahan diantaranya terlihat di Kelurahan Janti Kecamatan Sukun Kota Malang pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 30-31 Desember 2017. Di sini digelar Peresmian Kampung Djanti Pedepokan yang dilakukan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kota Malang.

Penamaan ‘Kampung Padepokan’ tidak lepas dari kehadiran Yongki Irawan, seniman tari, yang pada awal tahun 1990 mulai menempati areal sekitar persawahan, yang kala itu baru terdapat tiga rumah tinggal ‘warga gusuran’ Pasar Sukun. Yongki sendiri adalah ‘korban penggusuran’ dari yang sebelumnya (untuk beberapa tahun) tinggal di areal Taman Indrokilo, yang konon menjadi semacam art center di Kota Malang – lokasi pada bagian belakang Museum Brawijaya tersebut menjelma betuk menjadi areal perumahan elit.

ISTIMEWA

Demikianlah, sebutan ‘Kampung Padepokan’ terhadapnya bukanlah sebutan baru, tidak mengada-ada, yang baru dimunculkan secara latah sejak adanya kampung-kampung tematik di penjuru Kota Malang, melainkan paling tidak telah menempuh usia seperempat abad.

Dikenal sebagai ‘Kampung Padepokan’ sebab Yongki pernah mendirikan suatu padepokan kecil semi-permanen pada areal persawahan di dekat rumah tinggalnya. Dulu untuk mencapainya dari jalan rintisan Sukun-Janti harus melintasi gang kecil sejauh 300an meter ke arah utara lantas berbelok ke timur, yang diritis dari pematang sawah. Memang, semuanya ‘serba rintisan’, sehingga padepokannya tidak kunjung menjadi marak, dan bisa ditebak nasib penghjungnya, pada akhirnya gukung tikar (bubar).

Kini, setelah lebih dari satu dasawarsa padepokannya tiada, Yongki berniat mengisi hari tuanya dengan berdharma budhaya menghidupkan kembali padepokan seni-budaya di kampung halamannnya, yang sebanarnya telah lama dinaminya dengan ‘Kampung Padepokan”. Bedanya dengan padepokanya di era terdahulu sebagai padepokan pribadi, kali ini padepokan yang diancangkan berbasis pada masyarakat setempat, yakni padepokan publik (warga kampung). Atau dengan kata lain ‘kampung sebagai padepokan’, dalam arti kampung sebagai tempat pebelajaran, utamanya bidang seni-budaya khusus, seni-budaya buat anak-anak. Oleh sebab itu, dolinan dan kriya anak dijadikannya sebagai ‘menu utama’ di Kampung Padepokan.

ISTIMEWA

Menurut Kepala Disbudpar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni dalam Sambutan peresmian pada hari Sabtu Malang (30/12) yang di meriahkan dengan Pagelaran Tari Topeng Malang Tari Puspasari serta Wayang Suket serta perkusi rampak kendang beliau mengatakan; "Kalau menilik dari nama Kampung Padepokan yang berada Kelurahan Janti di Kota Malang ini, maka kampung ini harus benar-benar dijadikan sebagai tempat berlatih, menempa diri dalam berkebudayaan.Artinya semua bidang seni dapat diajarkan terutama bagi kalangan generasi muda masyarakat RW 4 Janti dan sekitarnya."

Lebih lanjut dalam penuturan Ida Ayu munculnya kampung-kampung tematik termasuk kampung budaya mencerminkan bahwa masyarakat Kota Malang termasuk generasi mellineal di dalamnya bangkit dalam upaya pelestarian seni tradisinya. Yang hebat para pelaku seniman dan busayawan di Kota Malang dimana ada kegiatan komunitas budaya dari kampung lain selalu guyup support perhelatan budaya di kampung yg lain san salah satunya si Kampung Padepokan Djanti ini.

ISTIMEWA

Pada hari Minggu (31/12) menurut Yongki acara si lanjutkan dengan apresiasi tari anak kampung Djanti Padhepokan yang didukung dari berbagai sanggar tari seperti Sanggar Renainsance, Rengganis, Yuyun XP,  Dinandar, Budi Ayugya yang menampilkan tari Kebyok Anting-anting,  Ulo-uloan, Lenghang Nyai, Merak, Tari Merak, Tari Oglek, Garuda Nusantara,  Dayak in Action, Lilin, Samarandana, Kembang Goyang, Experience, dan Dongeng Anak oleh Kak Aziz. Acara peresmian kampung padepokan juga di meriahkan dengan bazar stand sanggar sanggar yang ada di Malang setidaknya memberi ruang apresiasi seni tersendiri.[]

ISTIMEWA


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Hanura Kubu OSO Bentuk Auditor Internal untuk Usut Dugaan Penggelapan Uang Partai

Minggu, 21 Januari 2018 19:50 WIB

"Fitnah-fitnah yang dilakukan untuk menghancurkan partai Hanura ini adalah keinginan agar ini partai tidak masuk dalam verifikasi," kata OSO


Banyak Istri akan Mendapatkan Kabar Positif Hamil Bulan Ini

Minggu, 21 Januari 2018 19:45 WIB

Para peneliti percaya kalau perubahan musim libur Natal dan Tahun Baru berkaitan dengan faktor reproduksi.


Aturan Pembatasan Impor Tembakau Ganggu Dinamika RUU Pertembakauan

Minggu, 21 Januari 2018 19:44 WIB

Salah satu yang menjadi bahan pertimbangan Dewan, adanya kesalahan yang muncul akibat lahirnya Permendag tentang Ketentuan Impor Tembakau.


Hamil 6 Bulan, Teuku Wisnu Wajari Shireen Sungkar Makin Manja

Minggu, 21 Januari 2018 19:42 WIB

Bagi Wisnu itu adalah hal yang wajar mengingat usia kehamilannya cukup besar.


Kuasa Pelapor Tantang Sandiaga Buktikan Legalitas Likuidasi Japirex

Minggu, 21 Januari 2018 19:42 WIB

Jika benar penjualan lahan dilakukan dalam rangka likuidasi, ia meminta bukti pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM.


Warga Asal Lampung Ditemukan Membusuk di Kamar Kontrakannya

Minggu, 21 Januari 2018 19:35 WIB

Warga Gang Swadaya 1, RT/RW 08/08, Cengkareng, Jakarta Barat mencium aroma bau busuk pada Minggu (21/1) sore



Gelar Juara Dunia UFC Milik McGregor Akan Pindah Tangan

Minggu, 21 Januari 2018 19:27 WIB

McGregor belum pernah bertarung lagi di Octagon sejak November 2016


Presiden Moon Sambut Baik Delapan Delegasi Korut yang Tiba di Korsel

Minggu, 21 Januari 2018 19:25 WIB

Korea Selatan menyambut baik konfirmasi Komite Olimpiade Internasional (IOC) bahwa 22 atlet Korea Utara akan bersaing.


Muncul Lagi Pria yang Ngaku Jadi Suami si Mpok

Minggu, 21 Januari 2018 19:25 WIB

Curhatan si mpok mendapat balasan lagi dari seorang pria.


OSO ke Hanura Kubu Bambu Apus: Di Sana Bikin Munaslub Apa?

Minggu, 21 Januari 2018 19:17 WIB

OSO mengklaim, sebanyak 21 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang tersebar di seluruh Indonesia mendukung dirinya



Wenger Isyaratkan Belum Dekati Aubameyang

Minggu, 21 Januari 2018 19:10 WIB

"Jika kami menontrak seorang pemain, kami akan mengumumkannya," kata Arsene Wenger.


Raja Yordania Prihatin Atas Klaim Sepihak Trump Terkait Yerusalem

Minggu, 21 Januari 2018 18:40 WIB

Raja Yordania Abdullah mengungkapkan keprihatinannya atas keputusan Washington mengakui Yerusalem sebagi Ibu Kota Israel.


Pelita Jaya Tutup Seri Kelima dengan Kemenangan 100 Poin

Minggu, 21 Januari 2018 18:40 WIB

"Selanjutnya kita akan bermain lebih disiplin dalam bertahan," ucap Johannis Winar.