Kisah Maestro Batik Cirebon yang Ciptakan Motif Bertema Korupsi

akurat logo
Roen Najip
Sabtu, 06 Januari 2018 12:32 WIB
Share
 
Kisah Maestro Batik Cirebon yang Ciptakan Motif Bertema Korupsi
Katura AR, maestro batik asal Desa Trusmi Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, . AKURAT.CO/Roen Najip

AKURAT.CO, Batik tak hanya sekedar karya unik dari kain yang digambar dengan pewarna dan lilin. Batik juga kerap memberikan pesan tertentu. Hal ini juga yang tergambar pada sejumlah motif batik Cirebonan.

Saat ini sejumlah seniman terlihat memiliki komitmen melestarikan batik Cirebon. Mereka menghadirkan motif sesuai dengan perkembangan zaman.

Katura AS misalnya, maestro batik asal Desa Trusmi Kabupaten Cirebon ini menciptakan motif yang menggambarkan perlawanan negara tehadap para koruptor.

"Ide awalnya ya apa yang kita dengar, liat dan menjadi isu Nasional," kata Katura AR di Cirebon, Kamis (4/1).

Dia mengatakan, ciptaanya yang diberi judul "Kro Ter Kornas" berisi tentang kronologi tertangkapnya koruptor nasional. Ini merupakan hasil renungan atas kejadian beberapa waktu lalu yang menyita pandangan publik.

Karya batik yang digambar yakni lambang garuda sedang mencengkram tikus besar. Motif tersebut, kata dia, mempunyai arti, pemerintah dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menangkap koruptor kelas kakap.

Dia juga membuat beberapa tikus-tikus kecil yang dilambangkan sebagai koruptor, menunggu untuk dicengkarm garuda (KPK).

"Kalau tikus besar bisa diartikan koruptor yang memakan uang rakyat dengan jumlah banyak, yang kemaren tertangkap," tuturnya.

Tak hanya itu, dia juga menciptakan batik motif tiang listrik sebagai gambaran bagian dari kronologis tertangkapnya Setya Novanto hingga menjadi viral.

"Tiang listrik menjadi simbol kejadian itu, selain itu beberapa tikus kecil sedang menunggu giliran diterkam garuda," lanjutnya.

Kain batik yang menggambarkan perlawanan terhadap koruptor itu mempunyai ukuran lebar 70 cm dan tinggi 90 cm. Katura menceritakan selain membuat motif batik "Kro Ter Kornas" dia juga sering membuat karya lain yang menggambarkan keadaan negara pada zamannya.

Seperti ketika zaman Presiden ke 2, dia membuat batik yang diberi nama Panutan (Panca Usaha Tani) yang dibuatnya pada tahun 1974. Motif tersebut menggambarkan tentang kehidupan para petani yang sedang melakukan penanaman dan berusaha mengerjakan instruksi penguasa.

"Selain motif itu masih ada beberapa yang lainnya," katanya lagi. []


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

[FOTO] Anak Asmat Menderita Gizi Buruk

Senin, 22 Januari 2018 19:01 WIB

0


'Japon Japan Fair 2018' Peringati 60 Tahun Hubungan Jepang-Indonesia

Senin, 22 Januari 2018 18:58 WIB

Pengunjung bisa berfoto dengan memakai Yukata secara gratis.


Minus Lee Chong Wei, Indonesia Masters Tetap Banjir Pebulutangkis Papan Atas

Senin, 22 Januari 2018 18:53 WIB

Lee Chong Wei mundur setelah tersingkir di babak pertama Malaysia Masters pekan lalu.


Pengamat: Ada "Akrobat" dalam Program DP Nol Persen

Senin, 22 Januari 2018 18:38 WIB

Irawan: Adanya dugaan semula bank milik Pemda DKI, Bank DKI, akan dilibatkan dalam proyek properti tersebut.


Kim Ji Won Tak Lagi Aktif di Media Sosial Gara-gara Ini

Senin, 22 Januari 2018 18:33 WIB

Kim Ji Won juga tak suka dipanggil dengan nama aslinya. Kenapa?


Menteri Susi Tak Gentar, Tetap Lakukan Penenggelaman Kapal

Senin, 22 Januari 2018 18:28 WIB

Menteri Susi akui, tak gentar untuk tetap melakukan pemusnahan kapal pencuri dengan penenggelaman.


Soal Fredrich, Advokat: Langkah KPK Bentuk Penghinaan Terhadap Profesi

Senin, 22 Januari 2018 18:28 WIB

Fredrich belum bisa dikatakan melanggar kode etik advokat ataupun tindak pidana, jika belum diputuskan oleh Dewan Etik dan Kehormatan.


Polisi Temukan Pelaku yang Membuang Bayi Berparas Tampan di Kota Cirebon

Senin, 22 Januari 2018 18:27 WIB

Baru diduga dan kami masih menunggu hasil lidik.


Fredrich Sebut KPK Takut Konfrontir Dirinya dengan Istri Novanto

Senin, 22 Januari 2018 18:26 WIB

"Saya tantang konfrontir enggak ada yang berani," kkata fredrich


Faktanya, MU Incar Sanchez Sejak Delapan Tahun Silam

Senin, 22 Januari 2018 18:20 WIB

Salas dan Sanchez adalah target lama MU


Mengenal Lodewijk, Si Jago Tembak yang Jadi Sekjen Golkar

Senin, 22 Januari 2018 18:18 WIB

Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus memiliki prestasi mentereng di TNI AD.


Airlangga Pastikan Tak Ada Tekanan di Balik Penunjukan Lodewijk sebagai Sekjen Golkar

Senin, 22 Januari 2018 18:17 WIB

Airlangga Hartarto menegaskan, penunjukan Lodewijk Freidrich Paulus sebagai Sekretaris Jenderal telah melalui pertimbangan yang matang


LGBT adalah Perilaku Menyimpang, Bisa Disembuhkan

Senin, 22 Januari 2018 18:07 WIB

"Prilalku LGBT bukan merupakan turunan secara genetik sehingga perlu direhabilitasi dan dikembalikan ke fitrahnya," kata Arief


Bahagianya Fairuz A. Rafiq Melihat Wajah Si Jabang Bayi

Senin, 22 Januari 2018 18:04 WIB

Ada yang menduga Fairuz mengandung bayi kembar.


Saling Berbalas Gol, Barito Tundukkan Martapura

Senin, 22 Januari 2018 17:59 WIB

Barito Putera meraih kemenangan di laga kedua grup B Piala Presiden 2018, usai menaklukkan Martapura Fc 4-2.