Penyair Bandung Gelar Diskusi Nasional 'Membongkar Skandal Proyek Puisi Esai'

akurat logo
Herman Syahara
Selasa, 13 Maret 2018 20:37 WIB
Share
 
Penyair Bandung Gelar Diskusi Nasional 'Membongkar Skandal Proyek Puisi Esai'
Poster seminar di Gedung Indonesia Menggugat Bandung. AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO, Gelombang penolakan terhadap proyek puisi esai memasuki babak baru. Sejumlah penyair dan aktivis sastra  dari kota Bandung dan sejumlah daerah di Jawa Barat siang  ini, Selasa (13/3) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Membongkar Skandal Proyek Puisi Esai Denny JA" bertempat di Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Bandung.

Berbeda dengan dua diskusi di Jakarta yang  digagas oleh tim Denny JA,  diskusi  kali ini merupakan  program Forum Asia Afrika dan menjadi agenda rutin diskusi publik yang difasilitasi oleh Harian Umum  Pikiran Rakyat Bandung.

“Berbagai komunitas sastra dan nonsastra,  sudah menyatakan akan datang.  Misalnya anggota komunitas FLP yang puritan itu dan juga para anggota HISKI. Bahkan, satu kelas mahasiswa Sastra Inggris dari Unpad akan menjadikan forum diskusi sebagai materi kuliah, ” ujar Hikmat Gumelar, salah seorang pembicara, kepada AKURAT, Senin (12/3) malam.

Dari Jakarta sendiri siap bergabung  ke Bandung pengamat sastra Dr Free Hearthy dan penulis Sinta Miranda. Kabarnya,  sejumlah  utusan dari kubu Denny JA juga akan datang. 

Selain penyair Hikmat Gumelar, mereka yang akan tampil sebagai pembicara  adalah penyair Ahda Imran, kritikus dan dosen FIB Jurusan Sastra Inggris  Unpad Bandung Ari J Purwawidjana, pengamat dan kritikus seni Heru Hikayat, aktivis hukum Yana Risdiana, dan  moderator penyair  Matdon, Ketua Majelis Sastra Bandung.

Dari sejumlah penolakan di berbagai daerah, penyair Bandung dan Jawa Barat nampaknya paling keras, serta mendapat dukungan dari media terbesar di Jawa Barat.

Diskusi ini merupakan rangkaian gelombang penolakan yang telah dilakukan penyair Bandung sebelumnya berupa unjuk rasa ke Balai Bahasa Jawa Barat yang meminta lembaga itu tidak terlibat dan memfasilitasi proyek puisi esai Denny JA.

Penolakan juga secara gencar dilakukan mereka yang menyebut diri sebagai Penyair Muda yang terus menggalang tanda tangan penolakan melalui media sosial.

Sebuah gerakan lain yang disebut GAS (Gerakan Antiskandal Sastra) berhasil menghimpun kesediaan 180-an penyair untuk menulis esai dan puisi yang bertema penolalkan proyek puisi esai yang sedang berlangsung. Sebanyak 68 penulis  sudah.mengirimkan karyanya. Gelombang penolakan terhadap Denny JA, konsultan politik dan Direktur LSI (Lingkaran Survei Indonesia), yang menyatakan diri sebagai penggagas lahirnya puisi esai.

Kemudian klaim ini  diikuti dengan dibuatnya  apa yang disebut kalangan  kontra sebagai "proyek" Antologi Puisi Esai yang diikuti  170 orang di 34 provinsi  oleh kalangan penyair, jurnalis, dan belakangan diketahui ada  beberapa orang guru dari Papua. Beberpaa orang menyatakan mundur dari program ini.

Melalui semacan ikatan "kontrak kerja", para peserta wajib menyelesaikan puisi esainya dalam waktu tertentu dengan honor Rp5 juta per peaerta. Ini kemudian oleh Denny JA diklaim sebagai lahirnya genre puisi esai. Klaim inilah yang mengundang gelombang protes di media sosial karena apa yang diklaim Denny merupakan sebuah bentuk puisi yang telah lama dipraktikan penyair nasional dan  dunia. Dalam sejarah kesusastraan dunia, Alexander Pope, penyair Inggris Abad XVIII, telah menuliskan bentuk semacam ini dalam buku berjudul "An Essay on Man".[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Gelandang Utama Madrid Berencana Contoh Langkah Ibrahimovic

Senin, 23 April 2018 08:30 WIB

Luka Modric membuka peluang untuk bergabung dengan klub asal Amerika Serikat.


Bulog Surakarta Jamin Stok Beras Hingga Akhir Tahun Aman

Senin, 23 April 2018 08:28 WIB

Bulog Surakarta optimis pengadaan pangan sebanyak 89.000 ton setara beras pada 2018 tercapai dan tercukupi hingga akhir tahun


NU Surabaya Minta Aparat Serius Tegakkan Perda Larangan Miras

Senin, 23 April 2018 08:27 WIB

Aparat pemkot bekerja sama dengan pihak kepolisian, harus terus memantau keberadaan minuman keras di supermarket, hotel dan restauran.


Obligasi Dibayangi Sentimen Negatif

Senin, 23 April 2018 08:26 WIB

pergerakan USD yang kembali meningkat dan dibarengi dengan kembali naiknya laju imbal hasil obligasi AS mempengaruhi pasar


Produksi Sampah di Sumut Capai 2,5 Juta Ton per Tahun

Senin, 23 April 2018 07:53 WIB

Masyarakat masih membuang sampah sembarangan.


Bursa Dunia Cenderung Melemah

Senin, 23 April 2018 07:51 WIB

saham Asia yang kembali melanjutkan pelemahannya


Pemkab Mukomuko Realisasikan Dana BOK sebesar Rp980 Juta

Senin, 23 April 2018 07:44 WIB

Dana BOK Mukomuko tahun ini alami peningkatan Rp8,2 miliar dibandingkan tahun 2017


Ready Player One Selangkah Lagi Capai Pemasukan Rp 6,8 T

Senin, 23 April 2018 07:33 WIB

Di box office AS, Ready Player One memperoleh pemasukan sebesar 120,6 juta dollar AS.


Cina Tolak Impor Limbah, Negara Maju Kelimpungan

Senin, 23 April 2018 07:25 WIB

Cina berkeputusan tidak akan impor sampahdari negara lain dan akan fokus pada penanggulangan masalah polusi dalam negeri


Sihar Kampanyekan Kemah Bersih Bersahabat Pada Alam

Senin, 23 April 2018 07:22 WIB

"Kita mengharapkan masyarakat dan wisatawan serta merta menjaga kawasan Danau Toba ini."


IHSG Cenderung Sendu, Intip Keenam Saham Unggulan

Senin, 23 April 2018 07:05 WIB

IHSG akan menuju ke area support pada level 6.314 hingga 6.291


Kamboja Luncurkan Paket Reformasi Anggaran Terbaru

Senin, 23 April 2018 07:05 WIB

pendapatan Kamboja meningkat lebih dari dua kali dalam 5 tahun terakhir, dari USD2,26 miliar di 2013 menjadi sekitar USD4,56 miliar di 2018


Lagi, Rupiah Dihajar Kesaktian Dolar AS

Senin, 23 April 2018 06:57 WIB

Rupiah diestimasikan akan bergerak pada kisaran support 13.878 dan resisten 13.868


Verizon, Aplikasi yang Bantu Orang tua Lacak Lokasi Anak

Senin, 23 April 2018 06:35 WIB

Verizon Smart Family adalah aplikasi yang memungkinkan orangtua mengelola ponsel anak mereka seperti memberi filter konten dan batas waktu.


Instagram Dian Pelangi Didapuk Jadi Kiblat Fashion Wanita Muslim Indonesia

Senin, 23 April 2018 06:30 WIB

Dian Pelangi adalah sosok yang telah banyak menginspirasi muslimah Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengenakan hijab.