Seniman Yogyakarta Ajarkan Anak Difabel Irlandia Main Gamelan

akurat logo
Islahuddin
Jumat, 08 September 2017 09:18 WIB
Share
 
Seniman Yogyakarta Ajarkan Anak Difabel Irlandia Main Gamelan
Ilustrasi orang asing main gamelan.. Foto: kemdikbud.go.id

AKURAT.CO, Kaum difabel di Irlandia kembali mendapat kesempatan belajar gamelan dalam kegiatan residensi seniman tradisional gamelan, degung, tari, dan angklung, di Irlandia, yang digelar Kedutaan Besar RI di London.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan, KBRI London Aminudin Aziz, mewakili Duta Besar RI untuk UK dan Irlandia kepada Antara London, Jumat menyerahkan secara resmi program residensi kepada Direktur Utama National Concert Hall /NCH) Simon Taylor didampingi manajer pembelajaran, dan beberapa staf NCH Nigel Flegg.

Selain itu, hadir pula pengajar gamelan di NCH Peter Moran dan beberapa perguruan tinggi di Irlandia.

Aminudin mengatakan, peserta residensi adalah seniman dari Yogya, karena perangkat gamelan yang ada di Dublin merupakan hibah dari Sri Sultan Hamengku Buwono X bernama "Joglo Roso" pada tiga tahun lalu kepada NCH dan masyarakat Irlandia.

"Ini menjadi momentum memperingati tiga tahun keberadaan Jogo Roso di Irlandia",ujar Aminudin. Sekitar sembilan kelompok gamelan secara rutin memanfaatkan keberadaan "Jogo Roso" di NCH," ungkapnya.

Ia menambahkan,"Bukan hanya yang ada di kota Dublin, tetapi juga di wilayah Limerick, Cork, Galaway, bahkan Belfast. Ini menunjukkan peminat musik gamelan di Irlandia cukup banyak dan berkembang dari waktu ke waktu,".

Direktur Utama NCH Simon Taylor menyatakan pihaknya menyambut baik program residensi itu sebagai program pertama sejak adanya "Jogo Roso" di NCH.

Menurut Simon, keragaman musik tradisional yang ada di NCH menjadi salah satu penanda sekaligus pengikat serta pengokoh keberadaan NCH di Irlandia. Dikatakannya pihak NCH memfasilitasi jenis-jenis musik rakyat yang mendunia dan gamelan merupakan salah satu di antaranya.

"Ini cara kami menjadikan lembaga sebagai rumah bagi seniman dunia", ujarnya.Sementara itu, Peter Moran, dosen gamelan di NCH dan beberapa universitas di Irlandia menyatakan sudah lama merindukan kehadiran ahli gamelan Yogya di Dublin.

"Kami harus bersabar untuk menunggu, dan setelah tiga tahun akhirnya keinginan ini menjadi kenyataan, tentu saja atas jasa baik dari Atdikbud KBRI London dan Kemdikbud di Jakarta", ujar Peter, yang pernah tinggal dan belajar gamelan di Yogyakarta beberapa tahun lalu.

Peter akan menjadi pendamping Sumaryono dalam melatih bermain gamelan kepada peserta di Irlandia. "Dasar-dasar bermain gamelan sudah saya ajarkan. Yang kami perlukan pelajaran lanjutan, biar lebih maju lagi", lanjut Peter.

Setelah bertemu dengan sejumlah pemain gamelan di Dublin, Sumaryono menemukan teknik bermain gamelan peminat gamelan di Dublin umumnya sudah baik. "Namun, teknik mereka masih perlu dipoles sehingga lebih pas di telinga", tutur Sumaryono dosen ISI Yogyakarta.

Bagi Sumaryono, program residensi selama tiga bulan yang akan diikutinya sampai akhir November 2017 itu bukanlah hal baru bagi pencinta gamelan di Dublin. Tiga tahun lalu, Sumaryono mengikuti program muhibah seni dipimpin Sri Sultan HB X ke Dublin dan sempat menampilkan beberapa karyanya.

Program Residensi Seniman Gamelan di Dublin berbeda dengan di Glasgow dan London sepanjang tahun 2017. Di Dublin, ada satu kelompok peminat gamelan berasal dari kaum difabel yang minta diajarkan gamlean. Ini merupakan hal baru dan menjadi tantangan bagi peserta.

"Kami kaget, ternyata musik gamelan juga diminati kaum difabel. Ini akan menjadi tantangan bagi pengajar, sebab baru pertama kali dihadapkan mengajar kaum difabel", ujarnya.

Program belajar gamelan untuk kaum difabel merupakan yang kedua kali dilakukan KBRI London. Yang pertama dan saat ini sedang dirintis adalah pelajaran gamelan untuk kaum difabel yang didukung KBRI London, Kemdikbud, dan BBC London.


Editor. Islahuddin

Sumber. Antara

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Berambisi Miliki Rambut Pirang, Kim Kardashian Ubah Gaya Rambut

Selasa, 19 September 2017 18:47 WIB

Ibu dua anak ini tampil segar dengan gaya rambut pirang dan penampilan terbarunya.


Lagu Shake It Off Taylor Swift Lagi-lagi Dituntut Plagiat

Selasa, 19 September 2017 18:47 WIB

Lirik lagu Shake It Off milik Swift disebut memiliki kesamaan sebesar 20 persen dari lagu berjudul Playas Gon Play.


Terjaring OTT Saber Pungli, Polisi Telusuri Aset Oknum PNS Bekasi

Selasa, 19 September 2017 18:46 WIB

Argo menyebut pihaknya saat ini tengah memeriksa 8 saksi.


Sekarang Nonton Video Streaming Tak Bikin Miskin

Selasa, 19 September 2017 18:45 WIB

BOLT sebagai pelopor layanan 4G LTE selalu fokus untuk memberikan layanan mobile, internet terbaik, paling andal & tercepat bagi pelanggan


Dukungan Kiper Persija untuk Kesembuhan Kurnia Meiga

Selasa, 19 September 2017 18:44 WIB

Kondisi Kurnia Meiga belum diketahui secara pasti


BI Ternyata Tak Bisa Ganti Rugi Kartu E-Money yang Hilang

Selasa, 19 September 2017 18:39 WIB

Ari mengakui Perbankan sebenarnya belum bisa menikmati hasil e-money. Sebab, penggunaan masih terbatas di lokasi-lokasi tertentu saja.


Kasus Narkoba Ridho Rhoma, Hakim Resmi Putuskan Rehabilitasi

Selasa, 19 September 2017 18:35 WIB

Hakim menjatuhkan pidana kepada Ridho Rhoma selama 10 bulan dan dikurangi 3 bulan tahanan yang sudah dilakukan.


Begini Ekspresi Siwon Saat Mencium Dong Hae

Selasa, 19 September 2017 18:34 WIB

Kejutan demi kejutan diberikan Super Junior kepada para penggemarnya.


Pefindo Klaim Banyak Peroleh Mandat Rating Obligasi dari Perusahaan

Selasa, 19 September 2017 18:33 WIB

Hendro: Hingga Agustus 2017, perseroan telah memperingkat 59 perusahaan dengan nilai emisi surat berharga Rp 109,73 triliun.


Perseru Masih Optimistis Lolos dari Ancaman Degradasi

Selasa, 19 September 2017 18:32 WIB

Perseru kini menduduki peringkat 16


Hebat, Minyak Bekas Bisa Dirubah Jadi Solar

Selasa, 19 September 2017 18:32 WIB

Badan Usaha Milik Desa Sewon, Bantul mampu merubah minyak goreng bekas menjadi solar


Dua Kabupaten di DIY Darurat Kekeringan

Selasa, 19 September 2017 18:31 WIB

Untuk kesiapsigaan darurat kekeringan, BPBD DIY mengalokasi anggaran Rp600 juta serta 1.000 tangki untuk dua kabupaten tersebut.


Apple Pie Frappe, Minuman Apel dengan Cita Rasa Lezat

Selasa, 19 September 2017 18:30 WIB

Minuman ini akan hadir sampai dengan bulan Oktober 2017


Dihina Kelamin Kecil, Jonni Bunuh Bos Bakmi Ayam

Selasa, 19 September 2017 18:24 WIB

Jonni dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.


Pemerintah Klaim Biaya Produksi Listrik Turun Terus

Selasa, 19 September 2017 18:24 WIB

Supangkat: PLN terus berupaya membangun pembangkit baru termasuk transmisi dan fasilitas pendukung lainnya.