Kritikus Sastra Free Hearty: Jangan Harap Kaya dari Sastra

akurat logo
Herman Syahara
Jumat, 22 Desember 2017 15:03 WIB
Share
 
Kritikus Sastra Free Hearty: Jangan Harap Kaya dari Sastra
Dr Free Hearty, M.Hum, kritikus dan pengamat sastra.. ANTARANEWS.COM

AKURAT.CO, Judul tulisan di atas dipetik dari ucapan  Dr Free Hearty, M.Hum,  kritikus dan pengamat sastra yang telah banyak makan asam garam bergelut dengan  dunia sastra di dalam dan luar negeri. Pendapat yang  dilontarkannya dalam sebuah seminar sastra di Jakarta itu bukan tanpa alasan. Salah satunya penyebabnya karena pemerintah tidak hadir dalam dunia sastra dan kebudayaan.

"Regulasi pihak otoritas tidak berpihak pada sastrawan," tegas Free Hearty.

Hal ini bertolak belakang dengan pemerintah sejumlah negara ASEAN dan negara Asia dan Eropa lainnya  yang regulasinya  berdampak positif pada kesejahteraan dan  kehidupan sastrawan.

Di dalam kancah perhelatan  kegiatan sastra di Asia Tenggara nama Free Hearty  memang telah membumi. Pergaulannya dengan sastrawan Asia Tenggara sangat akrab. Lebih jauh lagi, Bundo Free --begitu dia biasa disapa, pun memiliki relasi yang  baik dengan sejumlah penyair dari benua Amerika dan Eropa.

Pergaulan dengan sastrawan dunia itu tidak bisa dipisahkan dari kepiawaian  Bundo sebagai kritikus dan pengamat sastra.

Di samping sering tampil sebagai pembicara dalam berbagai forum sastra lokal,  perempuan kelahiran Aceh, 20 April  1952 ini juga  sering diundang ke luar negeri di  belahan lima benua untuk membahas tren dan eksistensi sastra Indonesia, Asia,  atau  membacakan  puisinya.

Free Hearty adalah "anak kolong". Ayahnya,  Z. Bakry, seorang  tentara yang juga sastrawan dan budayawan  Sumatera Barat yang populer pada masanya. Kehadiran sastrawan nasional  sekelas AA Navis dan lainnya yang sering  bertamu dan diskusi  di rumahnya, membuat Free remaja mengenal  mereka dan sempat berguru tak langsung  kepada.

Mulai menulis di koran daerah Sumatera Barat  sejak 1972 dan  aktif di RMI asuhan Rusli Marzuki Saria, peraih Sea Write 2017. Bundo juga pernah menjadi wartawan di Koran Haluan,  dosen sastra dan budaya sejak 1980.

Sampai sekarang  peraih Strata I Universitas Bung Hatta Padang dan Strata 2 dari UGM Yogyakarta ini telah menghasilkan  buku- buku karya fiksi sastra novel dan  antologi puisi, esai, serta   kritik sastra. Karya-karyanya pernah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan terbit di beberapa  majalah luar.

Buku kumpulan puisinya dengan judul "Sajak Berdua" pernah dipasarkan oleh Margareth Drabble, penulis Ensiklopedia Sastra Dunia, melalui Alibris pada  1998.

Sebagai pengajar, Bundo Free pernah menjadi dosen teladan pada 1996 serta terpilih sebagai Tokoh Mahrajan dari Sabah, Malaysia pada 2017.

Hingga  kini penyandang gelar doktor sastra dari Universitas Indonesia ini aktif sebagai  dosen dan  mengajar Creative Writing dan Academic Writing di beberapa organisasi sastra dan budaya dalam dan luar negeri.

Berbincang dengan ibu dua anak ini mengasyikan. Bahasanya tertata dan intonasinya jelas. Sesekali meluncur sisipan cerita jenaka yang pernah dialaminya dengan sejumlah sastrawan nasional.

Secara setengah bergurau penggemar berat gulai kepala ikan ini mengatakan bahwa untuk melahirkan karya sastra yang bernilai seorang sastrawan "harus hidup menderita". Alasannya,  sastra lahir dari penderitaan dan kemiskinan.

"Jika Anda seorang borjuis maka  Anda tidak akan melahirkan karya berkualitas," cetusnya sambil tertawa.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Kemlu Bekerjasama dengan KPU Lakukan Evaluasi Data Pemilih di Luar Negeri

Sabtu, 20 Januari 2018 00:18 WIB

Kali ini, pihak Kemlu dan KPU akan melakukan evaluasi, apa yang kurang dari kerja sama sebelumnya


Satgas TNI KLB di Asmat Targetkan 3 Bulan untuk Tangani Campak

Sabtu, 20 Januari 2018 00:00 WIB

Karena wabah penyakit campak dan difteri di kampung-kampung di Kabupaten Asmat, Papua, kebanyakan yang menjadi korbannya adalah bayi


Golkar Jatim Swadaya Menangkan Pasangan Khofifah-Emil

Jumat, 19 Januari 2018 23:32 WIB

Karena dengan gotong royong swadaya tersebut membuktikan kalau Partai Golkar all out untuk memenangkan Khofifah-Emil


Bima Arya Tak Khawatir Bila Kasus Pembelian Lahan Jambu Dua Diungkit Kembali

Jumat, 19 Januari 2018 23:27 WIB

Msekipun bisa saja kasus tersebut menjegal langkahnya di Pilkada 2018


Jokowi Dinilai Pas Lakukan Kunker ke Asia Tengah dan Asia Selatan

Jumat, 19 Januari 2018 22:46 WIB

Misalnya, Pakistan, Srilangka, Bangladesh, dan Afganistan


Bantai PSPS, Persija Puncaki Klasemen Grup D

Jumat, 19 Januari 2018 22:36 WIB

Persija Jakarta berhasil menang tiga gol tanpa balas saat menghadapi PSPS Riau di laga perdana grup D Piala Presiden 2018.


ASN Palembang Resmi Gunakan Pakaian Adat Setiap Jumat

Jumat, 19 Januari 2018 22:35 WIB

Perwali Nomor 3 Tahun 2018 yang diresmikan pada tanggal 15 Januari 2018 ini, mewajibkan menggunakan pakaian adat Palembang


Mourinho: Pertukaran Mkhitaryan-Alexis Sanchez Belum Selesai

Jumat, 19 Januari 2018 22:13 WIB

Pertukaran henrikh Mkhitaryan dan Alexis Sanchez masih belum rampung.



Tanggulangi Difteri, Wali Kota Samarinda Gelontorkan Rp 3 Miliar

Jumat, 19 Januari 2018 21:54 WIB

Dana sebesar Rp 3 Miliar merupakan uang yang disediakan Pemkot, untuk dapat digunakan sewaktu-waktu


Ganggu Aktifitas Pelayanan, PKL di Kantor Imigrasi Bogor Bakal Ditertibkan

Jumat, 19 Januari 2018 21:50 WIB

Selain membuat semrawut, keberadaan PKL juga mengganggu aktifitas pelayanan Pasport dan Visa


Pemerintah Diharapkan Segera Sahkan RPP Perdagangan Elektronik

Jumat, 19 Januari 2018 21:47 WIB

Sepanjang 2017 YLKI menerima 642 pengaduan, 16 persen di antaranya atau 101 pengaduan terkait transaksi belanja online.



Mamah Muda Ditemukan Tewas Mengenaskan

Jumat, 19 Januari 2018 21:38 WIB

Kuat dugaan perempuan berusia 17 tahun ini korban pembunuhan, karena di sekujur tubuhnya banyak bekas luka


Subsidi Angkutan Tahun Ini Turun 18,92 Persen

Jumat, 19 Januari 2018 21:36 WIB

Penurunan nilai kontrak merupakan hasil evaluasi dari realisasi anggaran penugasan kereta perintis 2017 yang hanya terserap 85 persen.