Teater STKIP Medan Sajikan Naskah Klozfut Los

akurat logo
Damai Mendrofa
Sabtu, 30 Desember 2017 20:37 WIB
Share
 
Teater STKIP Medan Sajikan Naskah Klozfut Los
Pementasan Teater Tirai di pembukaan Malam Renungan Teater (MRT) di Taman Budaya Sumatera Utara. . AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO, Malam Renungan Teater (MRT) 2017 yang digelar di pelataran Taman Budaya Sumatera Utara resmi dibuka, Jumat (29/12). Kegiatan mahasiswa teater Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIKP), Tirai memukau dengan membawakan naskah Klozfut Los.

Ketua Tirai, Hardi Tri Prasetyo Bukit mengatakan, naskah Klosfut Los merupakan garapan kesekian kali Tirai di tahun ini dibantu seniman kenamaan Medan, Agus Susilo.

“Naskah ini bercerita tentang persoalan potret keluarga yang dirundung persoalan pelik, di mana seorang ibu rumah tangga yang merupakan tulang rusuk berubah menjadi tulang punggung keluarga,” terang Hardi.

Dalam cerita tersebut, disaat selain berperan sebagai ibu rumah tangga, dia juga harus berjuang mengurusi suaminya yang tidak mampu sebagai kepala keluarga. Berbagai persoalan datang bertubi-tubi dan dan terus mendera dengan seabrek kebutuhan yang harus dipenuhinya.

"Naskah ini diperankan oleh saya, Hardi Prasetio Bukit, Tya Debria, Uzi Nainggolan, Depreni," katanya.

Dijelaskannya, pagelaran teater Klosfut Los merupakan satu dari rangkaian kegiatan yang ada dalam kegiatan di Malam Renungan Teater 2017. Tirai menjadi kelompok teater yang pertama kali membuka acara yang digelar seniman Sumatera Utara.

Ketua Panitia MRT Agus Susilo mengatakan, penghujung tahun semakin dekat. Kalangan seniman di Sumatera Utara menggelar kegiatan penutup tahun yang melibatkan seniman lintas generasi dan lintas teritorial. Lebih dari 20 kelompok/person yang akan mengisi pertunjukan dan 30 kelompok peserta kemah teater.

Dikatakannya, MRT 2017 tidak hanya melibatkan seniman Sumatera Utara, tetapi juga melibatkan seniman dari Sumatera Barat, Riau dan Malaysia.

Dari profil kalangan peserta, kata dia, MRT 2017 sangat beragam dari lintas generasi. Mulai dari seniman di kelompok/komunitas seniman di SMA, kampus, dan umum. Bahkan, seniman dari angkatan '70-an pun akan terlibat.

"Kegiatan MRT 2017 ini akan dimulai dari siang hari jam 14.00 pada tanggal 29-31 Desember 2017 di Taman Budaya Sumatera Utara," katanya.

Berbagai kegiatan bakal digelar dalam MRT 2017, antara lain kemah teater, pertunjukan teater, diskusi teater, workshop teater, pameran arsip dan dokumentasi teater, musyawarah teater, launching buku teater Sumatera Utara dan ditutup dengan api unggun.

"Di sini ada workshop keaktoran, penyutradaraan, manajemen, artistik.

Ini digelar secara terbuka untuk umum dan gratis. Makanya kita mengajak semua lapisan masyarakat dan yang menyukai kesenian untuk datang dan menyaksikan serta terlibat dalam sejarah perteateran di Sumatera Utara," katanya.

Lebih jauh Agus mengatakan, Malam Renungan Teater (MRT) 2017 bertujuan untuk membangun ruang komunikasi antar kelompok/pelaku teater di Sumatera Utara dan  melahirkan kembali Forum Komunikasi Teater Sumut. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menjalin komunikasi kreatif untuk menumbuh kembangkan budaya proses, literasi teater dan pertunjukan serta festival teater di Sumut.

Selain itu, penting juga untuk memunculkan ruang bersama menyusun langkah yang strategis dan sistemik dalam mengembangkan teater Sumut di tengah pusaran arus informasi dan teknologi serta membangun ruang bersama antara teater dengan penonton.

“Kegiatan ini juga berupaya untuk memberikan edukasi teater ke generasi muda Sumut yang multietnik dan memberikan pemahaman tentang potensi ekonomi kreatif dalam kerja-kerja produksi teater,” ujar Susilo.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Kemlu Bekerjasama dengan KPU Lakukan Evaluasi Data Pemilih di Luar Negeri

Sabtu, 20 Januari 2018 00:18 WIB

Kali ini, pihak Kemlu dan KPU akan melakukan evaluasi, apa yang kurang dari kerja sama sebelumnya


Satgas TNI KLB di Asmat Targetkan 3 Bulan untuk Tangani Campak

Sabtu, 20 Januari 2018 00:00 WIB

Karena wabah penyakit campak dan difteri di kampung-kampung di Kabupaten Asmat, Papua, kebanyakan yang menjadi korbannya adalah bayi


Golkar Jatim Swadaya Menangkan Pasangan Khofifah-Emil

Jumat, 19 Januari 2018 23:32 WIB

Karena dengan gotong royong swadaya tersebut membuktikan kalau Partai Golkar all out untuk memenangkan Khofifah-Emil


Bima Arya Tak Khawatir Bila Kasus Pembelian Lahan Jambu Dua Diungkit Kembali

Jumat, 19 Januari 2018 23:27 WIB

Msekipun bisa saja kasus tersebut menjegal langkahnya di Pilkada 2018


Jokowi Dinilai Pas Lakukan Kunker ke Asia Tengah dan Asia Selatan

Jumat, 19 Januari 2018 22:46 WIB

Misalnya, Pakistan, Srilangka, Bangladesh, dan Afganistan


Bantai PSPS, Persija Puncaki Klasemen Grup D

Jumat, 19 Januari 2018 22:36 WIB

Persija Jakarta berhasil menang tiga gol tanpa balas saat menghadapi PSPS Riau di laga perdana grup D Piala Presiden 2018.


ASN Palembang Resmi Gunakan Pakaian Adat Setiap Jumat

Jumat, 19 Januari 2018 22:35 WIB

Perwali Nomor 3 Tahun 2018 yang diresmikan pada tanggal 15 Januari 2018 ini, mewajibkan menggunakan pakaian adat Palembang


Mourinho: Pertukaran Mkhitaryan-Alexis Sanchez Belum Selesai

Jumat, 19 Januari 2018 22:13 WIB

Pertukaran henrikh Mkhitaryan dan Alexis Sanchez masih belum rampung.



Tanggulangi Difteri, Wali Kota Samarinda Gelontorkan Rp 3 Miliar

Jumat, 19 Januari 2018 21:54 WIB

Dana sebesar Rp 3 Miliar merupakan uang yang disediakan Pemkot, untuk dapat digunakan sewaktu-waktu


Ganggu Aktifitas Pelayanan, PKL di Kantor Imigrasi Bogor Bakal Ditertibkan

Jumat, 19 Januari 2018 21:50 WIB

Selain membuat semrawut, keberadaan PKL juga mengganggu aktifitas pelayanan Pasport dan Visa


Pemerintah Diharapkan Segera Sahkan RPP Perdagangan Elektronik

Jumat, 19 Januari 2018 21:47 WIB

Sepanjang 2017 YLKI menerima 642 pengaduan, 16 persen di antaranya atau 101 pengaduan terkait transaksi belanja online.



Mamah Muda Ditemukan Tewas Mengenaskan

Jumat, 19 Januari 2018 21:38 WIB

Kuat dugaan perempuan berusia 17 tahun ini korban pembunuhan, karena di sekujur tubuhnya banyak bekas luka


Subsidi Angkutan Tahun Ini Turun 18,92 Persen

Jumat, 19 Januari 2018 21:36 WIB

Penurunan nilai kontrak merupakan hasil evaluasi dari realisasi anggaran penugasan kereta perintis 2017 yang hanya terserap 85 persen.