Rambut Berantakan, Meghan Markle Lagi-lagi Langgar Aturan Kerajaan

akurat logo
Irma Fauzia
Kamis, 11 Januari 2018 14:32 WIB
Share
 
Rambut Berantakan, Meghan Markle Lagi-lagi Langgar Aturan Kerajaan
Meghan Markle. GLAMOUR.COM

AKURAT.CO, Pada Rabu (10/1) waktu setempat, untuk pertama kalinya Meghan Markle dan Pangeran Harry tampil depan publik di tahun 2018.

Namun sayang, kemunculan tersebut harus mengundang perbincangan. Pasalnya, Meghan tampil dengan rambut yang berantakan.

Tunangan pangeran kerajaan itu tampil dengan rambut panjangnya yang diikat sanggul di belakang dan membiarkan rambut-rambut yang tak terikat disapu angin. Untuk penampilannya itu, sama sekali bukan suatu yang layak untuk anggota kerajaan.

Sejak mengumumkan bahwa dia akan bergabung dengan keluarga kerajaan, ada banyak hal yang harus ia sadari bahwa kehidupannya akan berubah. Mengingat ada beberapa peraturan kerajaan yang harus ia taati.  

Misalnya, kerajaan melarang wanita kerajaan mengenakan cat kuku merah atau menyilangkan kaki mereka. Selain itu, mereka memiliki tim penata rambut di istana yang seharusnya bisa dimanfaatkan.

Bahkan Kate Middleton, yang telah menetapkan standar tinggi untuk pesona rambut kerajaan, cenderung berpegang pada gaya yang lebih tradisional. Ia membiarkan rambut ikal gantung. Dan jika sudah dirasa mulai berantakan, biasanya ia memakaikan jepit rambut secara sembunyi-bunyi.

Jadi, pilihan Meghan untuk membiarkan rambutnya terurai, menjadi pembicaraan. Ia benar-benar menunjukkan betapa ia menikmati udara segar sebelum ia menjadi seorang bangsawan. []


Editor. Erizky Bagus Zuhair

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Kemlu Bekerjasama dengan KPU Lakukan Evaluasi Data Pemilih di Luar Negeri

Sabtu, 20 Januari 2018 00:18 WIB

Kali ini, pihak Kemlu dan KPU akan melakukan evaluasi, apa yang kurang dari kerja sama sebelumnya


Satgas TNI KLB di Asmat Targetkan 3 Bulan untuk Tangani Campak

Sabtu, 20 Januari 2018 00:00 WIB

Karena wabah penyakit campak dan difteri di kampung-kampung di Kabupaten Asmat, Papua, kebanyakan yang menjadi korbannya adalah bayi


Golkar Jatim Swadaya Menangkan Pasangan Khofifah-Emil

Jumat, 19 Januari 2018 23:32 WIB

Karena dengan gotong royong swadaya tersebut membuktikan kalau Partai Golkar all out untuk memenangkan Khofifah-Emil


Bima Arya Tak Khawatir Bila Kasus Pembelian Lahan Jambu Dua Diungkit Kembali

Jumat, 19 Januari 2018 23:27 WIB

Msekipun bisa saja kasus tersebut menjegal langkahnya di Pilkada 2018


Jokowi Dinilai Pas Lakukan Kunker ke Asia Tengah dan Asia Selatan

Jumat, 19 Januari 2018 22:46 WIB

Misalnya, Pakistan, Srilangka, Bangladesh, dan Afganistan


Bantai PSPS, Persija Puncaki Klasemen Grup D

Jumat, 19 Januari 2018 22:36 WIB

Persija Jakarta berhasil menang tiga gol tanpa balas saat menghadapi PSPS Riau di laga perdana grup D Piala Presiden 2018.


ASN Palembang Resmi Gunakan Pakaian Adat Setiap Jumat

Jumat, 19 Januari 2018 22:35 WIB

Perwali Nomor 3 Tahun 2018 yang diresmikan pada tanggal 15 Januari 2018 ini, mewajibkan menggunakan pakaian adat Palembang


Mourinho: Pertukaran Mkhitaryan-Alexis Sanchez Belum Selesai

Jumat, 19 Januari 2018 22:13 WIB

Pertukaran henrikh Mkhitaryan dan Alexis Sanchez masih belum rampung.



Tanggulangi Difteri, Wali Kota Samarinda Gelontorkan Rp 3 Miliar

Jumat, 19 Januari 2018 21:54 WIB

Dana sebesar Rp 3 Miliar merupakan uang yang disediakan Pemkot, untuk dapat digunakan sewaktu-waktu


Ganggu Aktifitas Pelayanan, PKL di Kantor Imigrasi Bogor Bakal Ditertibkan

Jumat, 19 Januari 2018 21:50 WIB

Selain membuat semrawut, keberadaan PKL juga mengganggu aktifitas pelayanan Pasport dan Visa


Pemerintah Diharapkan Segera Sahkan RPP Perdagangan Elektronik

Jumat, 19 Januari 2018 21:47 WIB

Sepanjang 2017 YLKI menerima 642 pengaduan, 16 persen di antaranya atau 101 pengaduan terkait transaksi belanja online.



Mamah Muda Ditemukan Tewas Mengenaskan

Jumat, 19 Januari 2018 21:38 WIB

Kuat dugaan perempuan berusia 17 tahun ini korban pembunuhan, karena di sekujur tubuhnya banyak bekas luka


Subsidi Angkutan Tahun Ini Turun 18,92 Persen

Jumat, 19 Januari 2018 21:36 WIB

Penurunan nilai kontrak merupakan hasil evaluasi dari realisasi anggaran penugasan kereta perintis 2017 yang hanya terserap 85 persen.