Hiburan / Unik / Berita

Inilah Lubang Raksasa yang Bikin Kaget Petani Selandia Baru

akurat logo
Wahyudi
Selasa, 08 Mei 2018 14:22 WIB
Share
 
Inilah Lubang Raksasa yang Bikin Kaget Petani Selandia Baru
Lubang raksasa di Selandia Baru. SKY.COM

AKURAT.CO, Sebuah lubang raksasa tiba-tiba terbuka di area peternakan sapi perah di Selandia Baru, belum lama ini. Fenomena ini menunjukkan adanya timbunan bebatuan dari sebuah gunung berumur 60.000 tahun.

Lubang, yang mengundang perhatian ahli vulkanologi ini memiliki kedalaman hingga 20 meter. Ukuran tersebut bisa untuk menampung empat bus jenis double-decker. Panjangnya mencapai 200 meter.

Lubang itu terbuka setelah adanya hujan besar yang terjadi di dekat Kota Rotorua, North Island. Area di mana lubang itu berada merupakan lokasi aktivitas geothermal.

Sejumlah ahli geologi memercayai hujan yang terjadi menyebabkan lapisan tanah terbuka. "Sungguh luar biasa. Lebih besar dari yang biasa terlihat," ujar ahli masalah gunung Brad Scott, dikutip dari TVNZ, Selasa (8/5).

Scott menambahkan, lokasi peternakan sapi memang berada di atas kawah gunung yang sudah terbengkelai. "Material gunung yang berusia 60.000 tahun keluar dari kawah," sebutnya. 

Salah satu peternak, Colin Tremain, mengatakan, lubang tersebut mulai terlihat pada pagi hari saat pekerja mulai menggembala sapi-sapinya.


Editor. Andre Purwanto

 

Rekomendasi

 

 

News Feed

Euforia Gubernur Baru BI, Rupiah Berpeluang Terapresiasi

Jumat, 25 Mei 2018 08:32 WIB

Rupiah diestimasikan akan bergerak pada kisaran support 14.141 dan resisten 14.119


15 Ribu Paket Zakat Senilai Rp4,5 Miliar Akan Disalurkan Baznas Sumut Tahun Ini

Jumat, 25 Mei 2018 08:30 WIB

Baznas Sumut tahun ini akan menyalurkan sebanyak 15 ribu paket Zakat kepada para penerima di 33 kabupaten kota se Sumatera Utara


IHSG Berpotensi Menguat, Koleksi Saham-Saham Ini

Jumat, 25 Mei 2018 08:28 WIB

indeks berpotensi menuju ke area level resisten


21 Pekerjaan di Satker Ditemukan Bermasalah, Sumut Justru Kembali Raih WTP

Jumat, 25 Mei 2018 08:25 WIB

Prestasi WTP akan menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah


Trump: Militer AS Siap Jika Korut Bertindak Bodoh

Jumat, 25 Mei 2018 08:12 WIB

"Militer kami yang paling kuat di dunia. Kami lebih siap dibandingkan kami sebelumnya"


Menko Darmin Nilai Operasi Pasar oleh Bulog Masih Kurang

Jumat, 25 Mei 2018 08:10 WIB

Pemerintah berkeinginan untuk menurunkan harga pangan lebih jauh dengan operasi pasar dengan jangkauan luas


Begini Cara Telkomsel Semarakkan Ramadan di Area Pamasuka

Jumat, 25 Mei 2018 08:00 WIB

Sejak tahun 2013, Telkomsel selalu menyerahkan bantuan kurma dengan jumlah yang disesuaikan dengan usia Telkomsel


Syafei Kahar Tak Tahu Alat Kampanyenya Disita KPK

Jumat, 25 Mei 2018 07:59 WIB

Ayahanda Bupati Buton Selatan Agus Feisal Hidayat Laode, Muhammad Syafei Kahar sambangi gedung KPK.


Minggu Depan THR Cair, Tingkat Konsumsi Masyarakat Menengah Diharap Moncer

Jumat, 25 Mei 2018 07:45 WIB

Menteri Ani berharap konsumsi rumah tangga di kuartal II-2018 akan lebih tinggi dari kuartal sebelumnya.


Koopssusgab Akan Miliki Peran Pencegahan Hingga Pemulihan Pascaaksi Teror

Jumat, 25 Mei 2018 07:35 WIB

Operasi TNI dalam rangka menangani terorisme itu, utuh mulai dari pencegahan.


Lunabos, Aplikasi Pengingat Utang Buatan Milenial

Jumat, 25 Mei 2018 07:35 WIB

Lunabos akan mengingatkan utang tanpa rasa sungkan.


PT PP Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun Danai Proyek Infrastruktur

Jumat, 25 Mei 2018 07:28 WIB

Sebagian dari hasil obligasi tersebut digunakan untuk pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang sedang PTPP kerjakan



Politisi Gerindra: Jika Rupiah Sentuh Rp15.000 per Dollar, Jokowi Sebaiknya Mundur

Jumat, 25 Mei 2018 07:15 WIB

Kondisi nilai mata uang rupiah yang mengalami penurunan akan berikan dampak negatif tersendiri bagi tahta Joko Widodo sebagai Presiden.


Kemlu Imbau WNI Tidak Pergi ke Yaman

Jumat, 25 Mei 2018 07:09 WIB

Kemlu RI mengeluarkan pernyataan bahwa berdasarkan pengamatan perwakilan RI konflik di Yaman belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir.