Hiburan / Unik / Berita

Diklaim Pertama di Dunia, Ini Roti dari Jangkrik yang Dikeringkan

akurat logo
Wahyudi
Jumat, 24 November 2017 16:20 WIB
Share
 
Diklaim Pertama di Dunia, Ini Roti dari Jangkrik yang Dikeringkan
Roti jangkrik. BBC.COM

AKURAT.CO, Perusahaan layanan makanan dan roti Finlandia, Frazer, baru saja mengenalkan apa yang disebut roti berbahan serangga pertama di dunia yang dijual ke konsumen di toko, Kamis (23/11).

Roti terbuat dari jangkrik yang dikeringkan, tepung gandum dan bahan lainnya. Roti disebut mengandung protein lebih banyak dari roti biasa.

Harga roti yang berisi sekitar 70 jangkrik berkisar 4 dollar Amerika Serikat (AS), sekitar Rp 54 ribu. Harga lebih tinggi 1 atau 2 dollar dari roti gandum biasa.

"Ditawarkan ke konsumen dengan sumber protein dan sebagai cara mengenalkan ke mereka makanan berbahan serangga," kata Juhani Sibakov, kepala inovasi di Fazer Bakeries.

Permintaan akan makanan yang bersumber bahan alternatif untuk lebih menjaga binatang membuat permintaan akan serangga sebagai sumber protein meningkat di sejumlah negara-negara Barat.

Dikutip dari Reuters, Jumat (24/11), Finlandia bersama lima negara Eropa lain, Inggris, Belanda, Belgia, Austria dan Denmark, mengizinkan serangga untuk digunakan sebagai bahan makanan.

Sibakov mengatakan, roti bahan serangganya saat ini tengah menunggu perizinan dari pemerintah Finlandia.[]


Editor. Islahuddin

 

Rekomendasi


 

 

News Feed

Soal TKA, Ketua DPR Desak Komisi IX Tindaklanjut Temuan Ombudsman

Jumat, 27 April 2018 13:46 WIB

Ketua DPR mendesak Komisi IX DPR agar segera mendorong Kemnaker untuk tingkatkan pengawasan terhadap TKA melalui sistem teknologi informasi



Perpres TKA Dongkrak Daya Saing Investasi

Jumat, 27 April 2018 13:44 WIB

Perpres No 20/2018 untuk meningkatkan daya saing mengingat saat ini peringkat Indonesia berada di peringkat 72 dari 190 negara.


BRI Bersama Kemendikbud Beri Hunian untuk Guru dan Tenaga Pendidik

Jumat, 27 April 2018 13:40 WIB

KPR Guru difokuskan untuk para Guru Garis Depan yang berjumlah sekitar 9.000 orang di seluruh Indonesia.


Tak Perlu Lama, Kemenkumham Berikan Remisi Secara Online

Jumat, 27 April 2018 13:38 WIB

Ini memangkas proses hak napi yang bisa berbulan-bulan.


Candreva Tak Sabar Jamu Juventus yang Sedang Terluka

Jumat, 27 April 2018 13:38 WIB

Kedua tim sama-sama membutuhkan kemenangan dengan misi berbeda.


Gosip Tutupi Hamil ke Amerika Buat Jessica Iskandar Dipersulit Ajukan KPR

Jumat, 27 April 2018 13:34 WIB

Gosip hamil yang menimpa Jessica Iskandar lantaran tiba-tiba berniat tinggal lama di Amerika cukup membuatnya terganggu.


Polres Metro Jakarta Pusat Siap Amankan Demo di Hari Buruh

Jumat, 27 April 2018 13:34 WIB

Untuk menguatkan pasukan, pihaknya juga sudah menyiagakan ribuan personel aparat gabungan untuk mengawal aksi May Day.


Jangan Lupa Sarapan! Soraya Larasati Mengingatkanmu

Jumat, 27 April 2018 13:33 WIB

Ini lebih penting dari dinner.


Tinggalkan Dollar, Cina-Rusia Gunakan Mata Uang Lokal Dalam Hubungan Perdagangan

Jumat, 27 April 2018 13:32 WIB

Liqun: Sanksi dari Amerika dan Eropa memberi Rusia dan China kesempatan untuk membangun perdagangan dan kerjasama ekonomi.


Ini Pekerja Impian bagi Para Traveler di Seluruh Dunia

Jumat, 27 April 2018 13:30 WIB

Apakah Kamu tertarik dengan pekerjaan ini?


GAPPRI 'Tepuk Tangan' buat Ditjen Bea Cukai yang Gencar Perangi Rokok Ilegal

Jumat, 27 April 2018 13:25 WIB

Bhima: Jangan sampai ada kebocoran rokok yang tidak berpita cukai atau berpita cukai palsu karena kerugian penerimaan cukainya lumayan besar


Cerita Yusril Soal Pekerja Asing Saat Masih Jadi Menkumham

Jumat, 27 April 2018 13:25 WIB

Pada waktu Yusril jadi Menteri Kehakiman dan HAM, hanya sekitar 20 negara yang diberi bebas visa.


Rentan Dipolitisasi, DPRD Desak Hentikan Pembagian Sembako di Acara Untukmu Indonesia

Jumat, 27 April 2018 13:19 WIB

Pembagian sembako gratis ini rentan disusupi kampanye untuk memenangkan pasangan calon tertentu pada pemilihan Presiden 2019 mendatang.


ZTE Disanksi AS, Cina Percepat Pengembangan Chipset Gantikan Produk Qualcomm

Jumat, 27 April 2018 13:18 WIB

Cina anggarkan 120 miliar yuan (USD 18,98 miliar) untuk dukung pengembangan chipset domestik dan membantu kurangi ketergantungan pada impor